Ada kala ketika mentari telah terbit , dan suara burung-burung yang berkicau dengan merdunya. Aku terjaga dari lelapku dan saat itu pula aku tersadar bahwa kini bukanlah waktunya bagiku untuk duduk diam dan bersantai saja.Dibalik pintu kamarku, terlihat sosok yang sangat aku dambakan. Ialah pahlawanku, ia yang memberikanku kehidupan dengan taruhan nyawanya sendiri. Ia begitu menyayagiku sampai akhirnya kesehatannya sendiri tak ia perdulikan. Setiap subuh ia bangun dengan mata yang masih terlelap, yang tampak begitu lelah. Ia tak mau membangunkan kami. Di pagi yang buta itu , aku putuskan untuk bangun dan membantunya.